Bullying

Bullying is one of act that can kill mentality of children, SERRIOUSLY???

Suatu hari ada seorang anak laki-laki pulang dari sekolahnya sambil menangis tersedu-sedu dikarenakan perilaku yang tidak mengenakkan dari teman sekelasnya biasanya anak ini sebelum menemui orang tuanya dia selalu singgah untuk membersihkan debu dari bajunya dan juga menghapus air matanya agar tidak membuat cemas kedua orang tuanya.
 Sesampainya di rumah dia mememberi salam kepada orang tuanya  lalu mengganti seragam sekolahnya seakan-akan tidak ada yang telah terjadi, kita sebut saja anak ini sebagai andi,andi adalah seorang anak kedua dari tiga bersaudara yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja ayahnya adalah seorang pegawai negri sipil dan ibunya adalah seorang pedagang di sebuah pasar dekat rumahnya.
 Biasanya andi sepulang sekolah ia akan singgah untuk membantu ibunya dipasar agar bisa mendapatkan sedikit uang saku tambahan pada keesokan harinya tetapi hari itu kebetulan ibu andi tidak berjualan karna setiap hari tertentu ibunya memutuskan untuk tidak berjualan karena kelelahan, Andi bukanlah anak kecil seperti pada umumnya yang mampu menghabiskan banyak masa kanak-kanaknya untuk bermain dengan teman sebayanya.
 Andi cenderung menghabiskan waktu dengan saudaranya  untuk membantu orang tuanya mempersiapkan dagangan untuk dijual keesokan harinya, hidup sebagai anak dari seorang pegawai negri sipil tidak seenak yang difikirkan oleh orang lain yang mampu hidup dalam kecukupan dikarenakan ayahnya hanya berada pada golongan terendah dari pekerjaanya dan gajinya hanya cukup untuk uang makan sehari-hari saja sedangkan kebutuhan sosial semakin hari makin meningkat maka dari itu ibunya berinisiatif untuk berjualan dipasar meskipun pendapatan hanya sedikit tapi cukup untuk uang jajan sekolah dan ada juga sisa untuk diputar kembali menjadi modal.
 Pada saat itu Andi duduk dikelas 3 SD usia yang masih terlalu dini untuk seorang anak kecil yang sudah mampu berfikiran layaknya orang dewasa, kalimat itulah yang selalu didengarnya terlontar dari mulut orang di sekitarnya ketika melihat Andi sedang membantu orang tuanya namun tidak sedikit pula orang berkata sesuatu yang tidak enak untuk orang tuanya karena kurang memiliki waktu untuk bergabung dengan masyarakat sekitar dikarenakan kesibukannya.
 Andi tidak memiliki banyak teman cukup dua atau tiga orang saja tergantung siapa yang ingin menerimanya dengan segala kekurangannya, Andi bukanlah seorang siswa yang menonjol dari segi kepintaran dalam hal pelajaran disekolah.
 Andi memiliki bentuk fisik yang sedikit agak gemuk berkulit sawo matang Andi terkadang mencoba untuk berinteraksi bersama teman sekelasnya namun banyak diantara mereka tidak suka dengan orang yang kurang popular berbeda dengan orang lain yang memiliki subuah peringkat dikelas akan mendapatkan semua perhatian,dikagumi,dan memiliki banyak teman bahkan jika mereka tidak menginginkannya.
 Andi terkadang menarik diri dari sebuah keramaian karena tidak ingin menjadi sebuah beban diantara mereka terlebih semenjak Andi bertanya kepada teman sekelasnya dia bertanya kenapa dia selalu saja diacuhkan dan seperti dianggap bukan bagian dari mereka namun jawaban yang diterima bukanlah seperti apa yang diharapkan anak tersebut menjawab untuk apa aku mau berteman dengan orang yang BODOH.
 Saat itulah Andi berfikir tidak ingin mengenal mereka semua bahkan tahun berlalu bagaikan angin yang berhembus di padang pasir berhembus namun tiada arti hingga hari kelulusan pun tiba hari yang sangat di tunggu oleh seorang Andi kecil agar cepat berpisah dengan semua teman yang tidak pernah menganggapnya sekalipun.
 Inilah salah satu dari ribuan kasus yang mengabaikan tentang pentingnya pendidikan moral kepada anak sejak dini dan hasil dari tuntutan untuk mendapatkan sebuah nilai A yang menurut mereka sangat berarti. Nah dari sini kita mampu mempelajari suatu hal bahwa pentingnya sebuah nilai moral dan kesopanan untuk diajarkan selain nilai-nilai yang tertera di dalam sebuah buku

Comments